Senin, 10 Oktober 2011

malaikat kecilku ...

Jihan...Malaikat kecilku

26 September 2011..
Langit Jakarta kurasakan begitu menghimpit
menemani perjuangan sejati
istriku menahan gejolak
sang penghuni baru..

Namun, akhirnya dunia tersenyum
menyambut malaikat kecilku
Nenden "Jihan" Fauziyah

Jihan kecilku..
kau disambut dengan suka cita semua
dalam belaian cinta bunda
dan dekapan kasih ayah..

Jihan
jadilah kau permata hati kami
kebanggaan ayah, bunda dan semua
jadilah kau matahari peradaban
yang selalu menyinari dan menghangatkan...kehidupan



salam sayang dan cinta

Ayah dan Bunda

Rabu, 06 Oktober 2010

kembali aku mengeja..

Sahabat.....kusapa engkau kembali dalam ruang jeda ini..rindu kumenyapamu bersua di ru mah batin dan alam fikirku,...sahabat ,kali ini aku belajar mengeja...bagai anak kecil yang mulai belajar membaca dan mengeja a,b,c..atau alif, ba, ta....kini kumulai mengeja kembali semuanya.., kueja cakrawala semesta melalui harmoni kosmos dan kosmisnya...kueja timur dan barat melalui mercusuar mercusuar alam pemikirannya...kueja juga ruang ruang terdalam rahasia zahir dan batinku... Ketika huruf menyatu jadilah kata,kata bersenggama jadilah kalimat dan kalimat berpadu jadilah puisi dan narasi yang mencerahkan,begitupun ketika kueja serpihan serpihan pemikiran, kutemukan hikmah dan rahasia disana...... Kutemukan kearifan timur dan kearifan barat..kujahit dengan rapi benang benang merah masyriq dan magrib, kususun perlahan mozaik mozaik persia dan eropa , namun ketika kueja sang cahaya ...silaulah pandanganku..bagai musa yang jatuh pingsan ketika dibuka tabir sang cahaya di bukit thursina...dengan apa harus kueja sang cahaya?...bukan dengan kesombongan intelektual ataupun kepongahan sains dan egoisme...aku harus mulai mengejanya dengan rendah hati dan perlahan...agar a,b,c..tabir dan hijab diri ini mulai terkuak...dan agar cahaya batinku memancar dan menghangatkan, bagai pancaran sinar mentari di pagi hari....

Minggu, 13 Juni 2010

Bertemu Kawan Lamaku...

Ketika kejenuhan menghampiriku...ketika kebosanan menghinggapiku....ketika kesuntukan menyapaku...disanalah aku ingin berhenti sejenak...tuk mempertanyakan kembali apa-apa yang telah ku lakukan..tentang mimpi-mimpi ku yang belum terwujud dan tentang...hidup ku saat ini yang seolah jalan di tempat.....hm...

nampaknya aku perlu sejenak bertamasya ke dalam samudera diri untuk sejenak bercengkerama dengan kawan lama dalam diriku yang bersuara begitu jernih dan jujur. aku coba Duduk dan mendengarkan ia bicara kepadaku dengan suaranya yang lirih...
"Cobalah lepaskan sejenak keegoisan dirimu, kesombonganmu dan individualitasmu yang kerap kau tampilkan." begitu ujarnya..." Cobalah renungkan kembali arti hadirmu, tujuan-tujuan hidupmu serta kewajiban kemanusiaan yang belum kau tunaikan" lanjutnya seraya duduk dihadapanku...

" Hadirkan kembali...lahirkan kembali...design kembali semua mimpi-mimpi mu..."..Ia berhenti sejenak lalu melanjutkan " Aku lihat selama ini kau terlalu asyik dengan dirimu, kesibukanmu, dan duniamu" sehingga kau telah melupakan hakikatmu, kesejatianmu dan fitrahmu"...hm...

Setelah itu ia kemudian menghilang dari hadapanku. Tinggal aku sendiri termenung akan ucapan-ucapannya yang begitu mengena dan membangkitkan kembali jiwaku yang tertidur...hm..

Terimakasih Teman..

Minggu, 25 April 2010

Hm...Menulis sebuah tirakat keheningan yang menyenangkan....

Menulis itu menyembuhkan..Menulis itu kegiatan positif dan dapat mengurangi stress.
Dengan menulis , kita mampu mengungkap segala rahasia tersembunyi pikiran, desiran-desiran suara qalbu terdalam, serta nyanyian sukma ..

Menulis itu kegiatan menyenangkan,asalkan kita mampu jujur dalam mengurai semua huruf, kata, kalimat frase dan narasi yang kita buat. Kejujuran inilah yang akan menjadi resonansi yang mampu menggetarkan semua yg membaca tulisan kita.Gelombang pancaran suara hati inilah yang akan ditangkap oleh hati para pembaca, sinyal inilah yang akan ditangkap oleh pemancar yg ada di pikiran pembaca. Maka tak heran kita akan menangis, tertawa, marah, kecewa, dan segala respon emosi ketika kita membaca suatu narasi tulisan, entah buku, cerpen, blog, dan sejenis hasil literasi lainnya.

so, Penulis tak akan pernah mati dan panjang umur itu ada benarnya dalam arti setiap karya literasi maka akan memiliki usia yang panjang dan tak terbatas sejauh tulisan tersebut masih dibaca dan direspon pembacanya...

Tulisan dapat mengubah dunia...yupz itupun tentu logis..betapa banyak revolusi yang terjadi dilandasi oleh tulisan..Bagaimana Plato, Aristoteles, dan Para Filosof yang menelurkan karya literasinya sampai saat ini masih menjadi dialektika yang tak pernah usai, atau misalnya Rummi dengan MATSNAWINYA,yang mendendangkan puisi puisi ekstase-cintanNYa kepada Robb-Nya yang masih menjadi diskurus di ranah intelektulal maupun sufisme moderen,hm...

Sahabat saya pernah berkata...Orang beruntung adalah orang yang memiliki karya masterpiece di bidang yang dia kuasai...

Sebagai Blogger pemula...coretan demi coretan ungkapan hati dalam posting blog
adalah langkah awal tuk menjadi sebuah narasi dan karya literasi yang menggerakkan...
karena menulis adalah tirakat keheningan yang menyenangkan....

Kamis, 22 April 2010

Aku harus segera BERANJAK...

Sobat..Ingin rasanya ku ungkap semua rahasia tersembunyi...
Ingin rasanya ku dendangkan suara hati..
Gelora jiwa ini terus bergejolak...

goresan tulisan ini sebagai penghantar ...
ruang jeda yang bisu ini tempat paling nyaman..
tuk...nyatakan semua...

Aku masih tak beranjak disini...
di sekat oleh dinding pembatas dan hawa panasnya ibu kota...
sementara waktu terus berlalu...
Aku tak beranjak disini..
merenda mimpi..menggumamkan asa dan hasrat...

Sobat...
Terlambat mungkin hal biasa...
Tertinggal pun adalah lumrah...
Namun...berhenti bermimpi..
jangan sampai terjadi...

Biarkan hidup seperti air mengalir...
Pembelaan yang kerap kuminati..
Sampai kapankah ..Ku tak mengerti...

Ya...perubahan adalah keniscayaan..
masa lalu hanya kenangan, masa depan adalah harapan
masa kini dan hari ini adalah kenyataan...
Isi dan maknai itu pepatah orang bijak...

Ya..Aku harus segera beranjak..
Jika tak mau tertinggal...
Aku harus segera bergerak ...
agar kita bersahabat dengan zaman...

Mungkin ini nyanyian melankolisku...
ketika semua telah berubah...
yA Aku HARUS SEGERA Beranjak ....

Senin, 19 April 2010

Berjalan Mengikuti Cahaya

cogito ergu sum ..descartes bergumam..
aku berpikir karena itu aku ada
man arafa nafsahu faqod arafa robbahu
siapa mengenal dirinya niscaya dia akan kenal Tuhan-Nya..

kita tak pernah minta dilahirkan ke dunia ini..
dalam rentang dan episode waktu berjalan..
ternyata kita mulai sadar ...
ada makna dan arti kita dihadirkan..

sehelai daun adalah bagian yang sangat penting bagi sebuah pohon oaks yang besar dan menjulang...
Sebutir pasir adalah sangat berarti diantara hamparan putih pasir di pantai...
sehelai rambut adalah begitu penting bagi sosok yang bernama manusia...
dan bahkan Tuhan-pun tak pernah malu untuk memberikan perumpamaan dengan seekor lalat atau yang lebih rendah dari itu...

tanpa makna ...hidup tak akan berarti..
tanpa arti...hidup hanyalah rentang perjalanan dan epidode hampa
dan kehampaan adalah absurditas yang mengerikan..

cahaya adalah tujuan semua kegelapan..
bahkan bayanganpun mengikuti cahaya..
semesta hakikatnya adalah kegelapan..tanpa cahaya mentari..

Hidup tanpa cahaya..ibarat sang buta yang menempuh perjalanan jauh ..
tanpa tongkat dan petunjuk...

Memaknai hidup adalah berjalan mengikuti cahaya yang tak pernah padam
Cahaya di atas Cahaya..

Sabtu, 10 April 2010

gairah kemanakah kau pergi....

Dulu ..
rasanya banyak impian dan harapan
ketika realita bersahabat sangat erat
ketika shabat-sahabat begitu dekat dalam canda dan tawa
ketika momentum datang silih berganti di depan mata...

kini...
semua hanyalah kenangan masa lalu
tertulis dan terekam dalam memori
untuk dikenang

Namun, selama kehidupan ada
janganlah berputus asa...
harapan akan selalu ada teman..
tetap semangat..
jangan kendur apalagi futur...

perbaharui saja ..