Senin, 19 April 2010

Berjalan Mengikuti Cahaya

cogito ergu sum ..descartes bergumam..
aku berpikir karena itu aku ada
man arafa nafsahu faqod arafa robbahu
siapa mengenal dirinya niscaya dia akan kenal Tuhan-Nya..

kita tak pernah minta dilahirkan ke dunia ini..
dalam rentang dan episode waktu berjalan..
ternyata kita mulai sadar ...
ada makna dan arti kita dihadirkan..

sehelai daun adalah bagian yang sangat penting bagi sebuah pohon oaks yang besar dan menjulang...
Sebutir pasir adalah sangat berarti diantara hamparan putih pasir di pantai...
sehelai rambut adalah begitu penting bagi sosok yang bernama manusia...
dan bahkan Tuhan-pun tak pernah malu untuk memberikan perumpamaan dengan seekor lalat atau yang lebih rendah dari itu...

tanpa makna ...hidup tak akan berarti..
tanpa arti...hidup hanyalah rentang perjalanan dan epidode hampa
dan kehampaan adalah absurditas yang mengerikan..

cahaya adalah tujuan semua kegelapan..
bahkan bayanganpun mengikuti cahaya..
semesta hakikatnya adalah kegelapan..tanpa cahaya mentari..

Hidup tanpa cahaya..ibarat sang buta yang menempuh perjalanan jauh ..
tanpa tongkat dan petunjuk...

Memaknai hidup adalah berjalan mengikuti cahaya yang tak pernah padam
Cahaya di atas Cahaya..

2 komentar:

  1. Ya cahaya akan selalu ada bagi mereka yang mencari sisi terang dalam hidup. Nice post sobat.

    BalasHapus
  2. yupz..cahaya adalah realitas yg tak pernah habis menjadi ide n inspirasi..thanks commentnya mba..

    BalasHapus